Rasanya haru jika sesuatu memaksaku untuk mengungkit masa lalu. Disela pembicaraan retorikal semu kita yang selalu berujung pada bahasan cerita dulu, ingin rasanya memutar waktu dan mengubah sikapku. Bukan inginku, tapi aku makin jemu dan jelas kau tak begitu mau menggubris keadaanku. Bukannya aku merasa harus merubah takdirku yang dulu. Ini bukan bentuk sesalku. Aku sekedar penasaran dan ragu, jangan-jangan hari ini bisa lebih baik jika bersamamu. Aku hanya ingin bertemu.
Labels: Thought